Rabu, 30 Oktober 2013

Kakak Kakaeng
KKN atau kuliah kerja nyata. Ya, saya berr-kkn ria di desa Pattimang, kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara. Lokasinya 2 jam dari rumah saya, dan 10 jam dari Makassar. Jauh, dan apalagi bis yang kami tumpangi jelek. Bukan perjalanan yang akan saya ceritakan, tapi lokasi kkn dan pelajaran berharga yang akan saya bagikan selama disana. Check it out !
Pattimang itu desa yang panas. Itu komentar pertama kami dihari pertama. Ditambah lagi kami harus berjalan sejauh dua kilo hanya untuk ke kantor desa dan ke mesjid, alhasil pulang-pulang saya dikirain abis berjemur dipantai. Tapi ini bukan kendala bagi kami, kami tetap semangat dong ber-kkn.
Okok pertama-tama saya akan memperkenalkan teman2 kkn saya. Jeng...
1.        Athirah Imran, fakultas FIKP jurusan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan (Orangnya bawel dan selalu tidak makan nasi dua hari)
2.       Fauzy Abdillah. Yang ini kordes saya, tidak bisa makan ikan bandeng, ikan sarden, dan suka ngemil. Dia fakultas MIPA jurusan Kimia (pintar pastinya)
3.       Kak Chris Khusyono. Senior kita yang satu ini keturunan Tionghoa. Suka nge-gambar animenya One Piece. Kak Chris anak Ekonomi jurusan Ilmu Ekonomi.
4.       Kak M. Hasbullah, dia fakultas Teknik jurusan Teknik Informatika. Kak Ullah hape ama laptopnya bagus buat maen game.
Yang paling asik dilokasi KKn karena banyak anak kecilnya. Tau nggak, disana, anak-anak disana sudah pintar semua cari uang. Siang-siang jam 2 mereka pasti udah ngumpul disamping rumah yang tanpa atap cuma buat ngisi tanah didalam plastik. Nantinya, itu bakal dibuat tempat bibit Nilam yang buat bahan baku parfum yang harganya mahal (kata bapak desa, ibu desa, dan teman2 kkn). Ya ampun, dimasa kecil saya mana pernah sudah bisa cari uang sendiri kayak mereka. Dan tau nggak sih per satu plastik kecil dihargain berapa? 400 rupiah. Diantara mereka bahkan ada yang sudah ngisi 200 plastik, wah perjuangan banget tuh anak-anak.
Pas kami datang buat ngeliat mereka, eh mereka teriak
“Kakak Kakaeng.....kakak kakaeng datang....
Eh kelebihan g dek ..
Pas saya mau jepret foto, salah seorang dari mereka bilang nanti kita bakal muncul di tivi.
ini yang paling rajin loh
 
Duh dek, memangnya saya wartawan ???
Kehidupan di desa memang masih sangat jauh dari sentuhan tangan-tangan pemerintah kota. Kearifan lokal masyarakat disana juga masih terpelihara sangat baik. Dan, kepala dusunnya itu loh, baik-baik semua. Mana ada kepala-kepala dusun yang rela bolak-balik Cuma buat nganterin dan jemput kami.. haha.
Ini ada fotonya, karena ngetiknya malem-malem dibawah kegelapan dengan mata menyipit kelayar kayak Shida Mirai, makanya tulisan ane agak-agak ancur gini... 
 jam dua siang ini lohh

1 komentar: