Kakak Kakaeng
KKN
atau kuliah kerja nyata. Ya, saya berr-kkn ria di desa Pattimang, kecamatan
Malangke, Kabupaten Luwu Utara. Lokasinya 2 jam dari rumah saya, dan 10 jam
dari Makassar. Jauh, dan apalagi bis yang kami tumpangi jelek. Bukan perjalanan
yang akan saya ceritakan, tapi lokasi kkn dan pelajaran berharga yang akan saya
bagikan selama disana. Check it out !
Pattimang
itu desa yang panas. Itu komentar pertama kami dihari pertama. Ditambah lagi
kami harus berjalan sejauh dua kilo hanya untuk ke kantor desa dan ke mesjid,
alhasil pulang-pulang saya dikirain abis berjemur dipantai. Tapi ini bukan
kendala bagi kami, kami tetap semangat dong ber-kkn.
Okok
pertama-tama saya akan memperkenalkan teman2 kkn saya. Jeng...
1.
Athirah
Imran, fakultas FIKP jurusan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan (Orangnya bawel
dan selalu tidak makan nasi dua hari)
2.
Fauzy
Abdillah. Yang ini kordes saya, tidak bisa makan ikan bandeng, ikan sarden, dan
suka ngemil. Dia fakultas MIPA jurusan Kimia (pintar pastinya)
3.
Kak Chris
Khusyono. Senior kita yang satu ini keturunan Tionghoa. Suka nge-gambar
animenya One Piece. Kak Chris anak Ekonomi jurusan Ilmu Ekonomi.
4.
Kak M.
Hasbullah, dia fakultas Teknik jurusan Teknik Informatika. Kak Ullah hape ama
laptopnya bagus buat maen game.
Yang
paling asik dilokasi KKn karena banyak anak kecilnya. Tau nggak, disana,
anak-anak disana sudah pintar semua cari uang. Siang-siang jam 2 mereka pasti
udah ngumpul disamping rumah yang tanpa atap cuma buat ngisi tanah didalam
plastik. Nantinya, itu bakal dibuat tempat bibit Nilam yang buat bahan baku
parfum yang harganya mahal (kata bapak desa, ibu desa, dan teman2 kkn). Ya ampun,
dimasa kecil saya mana pernah sudah bisa cari uang sendiri kayak mereka. Dan
tau nggak sih per satu plastik kecil dihargain berapa? 400 rupiah. Diantara
mereka bahkan ada yang sudah ngisi 200 plastik, wah perjuangan banget tuh
anak-anak.
Pas
kami datang buat ngeliat mereka, eh mereka teriak
“Kakak
Kakaeng.....kakak kakaeng datang....
Eh
kelebihan g dek ..
Pas
saya mau jepret foto, salah seorang dari mereka bilang nanti kita bakal muncul
di tivi.
ini yang paling rajin loh
Kehidupan
di desa memang masih sangat jauh dari sentuhan tangan-tangan pemerintah kota. Kearifan
lokal masyarakat disana juga masih terpelihara sangat baik. Dan, kepala
dusunnya itu loh, baik-baik semua. Mana ada kepala-kepala dusun yang rela bolak-balik
Cuma buat nganterin dan jemput kami.. haha.
Ini ada fotonya, karena ngetiknya malem-malem dibawah kegelapan dengan mata
menyipit kelayar kayak Shida Mirai, makanya tulisan ane agak-agak ancur gini...
jam dua siang ini lohh
