Kamis, 16 Mei 2013

(4G) FOURTH GENERATION FOR GENERASI INDONESIA



Dunia semakin modern, otak manusia pun semakin pintar. Dalam hal teknologi informasi, manusia seakan tidak ada lelahnya membuat terobosan-terobosan baru. Bukti kepintaran otak manusia terbukti jelas dengan hadirnya berbagai teknologi-teknologi baru yang semakin canggih seperti cermin layar sentuh, masker pemilih mimpi, dan kacamata google. Semua teknologi tersebut nantinya akan dipasarkan guna membantu aktivitas manusia.
Dalam lingkup teknologi informasi infrastruktur selular, jaringan adalah hal yang sangat urgen untuk dibahas. Mulai dari 1G, 2G, 3,5 G, 3G, sampai yang terakhir 4G adalah generasi-generasi teknologi yang digunakan manusia agar bisa merasakan dunia tidak seluas yang dibayangkan. Dengan adanya teknologi tersebut, dunia manusia seperti tak berjarak satu dengan yang  lain. Dengan kecanggihan teknologi, manusia bisa mengetahui segala informasi dari belahan dunia manapun, termasuk aktivitas yang dilakukan oleh manusia dibelahan bumi lain.
Saat ini , Indonesia baru memulai dengan menerapkan jaringan 3,5 G atau yang lebih dikenal dengan nama HSDPA (High Speed Downlink Packet Access). Jaringan 3,5 dengan koneksi pita lebar (broadband connection) mampu memberikan kecepatan hingga 3,6 Mbps. Jaringan ini masih tergolong lambat koneksi dibeberapa tempat, apalagi didaerah-daerah terpencil. Wajar saja, pendistribusian penggunaannya masih belum lengkap dan rampung. Tak banyak yang tahu, sekarang sedang dikembangkan teknologi Wimax yang akan menjadi jaringan 4G (Fourth Generation). Generasi jaringan keempat ini memiliki kecepatan 60 kali lebih cepat dari jaringan 3G.
Teknologi 4G memiliki keunggulan lebih banyak dari teknologi sebelumnya, diantaranya kecepatan transfer data bisa mencapai 100 Mbps atau puluhan kali lipat kecepatan transfer data teknologi 3G. Dengan kecepatan seperti ini, suara, transfer data, dan multimedia akan sampai kepada pengguna dimana dan kapan saja. Teknologi yang dipakai dalam 4G adalah Session Initiation Protocol (SIP) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force ( IETF ), dimana identitas pengguna tidak lagi menggunakan nomor +628** tetapi menggunakan alamat URL seperti sip:queen@xl.co.id. Institusi yang mengembangkan 4G sendiri adalah Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), nama resmi dari 4G adalah 3G and beyond. Teknologi pengembangan jaringan 3G ini diharapkan mampu mengatasi segala permasalahan manusia dibidang komunikasi. Paket telekomunikasi murah dengan koneksi cepat tentu menjadi idaman siapapun. Segala-galanya dimasa depan, semua akses untuk berkomunikasi akan langsung terhubung ke internet, tentunya dengan biaya koneksi yang murah. Hal ini akan menjadi berita baik bagi masyarakat. Teknologi 4G juga bisa digunakan dalam menonton TV streaming tanpa putus, transfer data dengan kapasitas besar juga akan lebih cepat.
Kehadiran teknologi 4G di Indonesia tentu akan memberikan dampak positif terutama dalam bidang pendidikan. Siswa dipelosok bisa juga menikmati materi pembelajaran dari pusat. Semua universitas bisa belajar dan berdiskusi bersama-sama melalui Video Conference. Namun ada satu kendala mengapa sulit mengimplementasikan teknologi 4G di Indonesia, Indonesia adalah negara kepulauan. Dalam hal operator jaringan, saat ini XL dan LTE Long Term Evolution (LTE) sudah bekerjasama agar secepatnya dapat menerapkan teknologi 4G di Indonesia. Dibantu oelh pemerintah dengan menyiapkan sarana infrastruktur yang mendukung, sekiranya teknologi ini dapat segera berkembang di Indonesia. Indonesia menang sudah harus siap menyambut datangnya Fourth Generation ini.