Dunia
semakin modern, otak manusia pun semakin pintar. Dalam hal teknologi informasi,
manusia seakan tidak ada lelahnya membuat terobosan-terobosan baru. Bukti
kepintaran otak manusia terbukti jelas dengan hadirnya berbagai
teknologi-teknologi baru yang semakin canggih seperti cermin layar sentuh,
masker pemilih mimpi, dan kacamata google. Semua teknologi tersebut nantinya
akan dipasarkan guna membantu aktivitas manusia.
Dalam
lingkup teknologi informasi infrastruktur
selular,
jaringan adalah hal yang sangat urgen untuk dibahas. Mulai dari 1G, 2G, 3,5 G,
3G, sampai yang terakhir 4G adalah generasi-generasi teknologi yang digunakan
manusia agar bisa merasakan dunia tidak seluas yang dibayangkan. Dengan adanya teknologi
tersebut, dunia manusia seperti tak berjarak satu dengan yang lain. Dengan kecanggihan teknologi, manusia
bisa mengetahui segala informasi dari belahan dunia manapun, termasuk aktivitas
yang dilakukan oleh manusia dibelahan bumi lain.
Saat
ini , Indonesia baru memulai dengan menerapkan jaringan 3,5 G atau yang lebih
dikenal dengan nama HSDPA (High Speed Downlink Packet Access). Jaringan
3,5 dengan koneksi pita lebar (broadband
connection) mampu memberikan kecepatan hingga 3,6 Mbps. Jaringan
ini masih tergolong lambat koneksi dibeberapa tempat, apalagi didaerah-daerah
terpencil. Wajar saja, pendistribusian penggunaannya masih belum lengkap dan
rampung. Tak banyak yang tahu, sekarang sedang dikembangkan teknologi Wimax
yang akan menjadi jaringan 4G (Fourth Generation). Generasi jaringan keempat
ini memiliki kecepatan 60 kali lebih cepat dari jaringan 3G.
Teknologi 4G
memiliki keunggulan lebih banyak dari teknologi sebelumnya, diantaranya kecepatan transfer data bisa mencapai 100 Mbps atau puluhan kali lipat kecepatan transfer
data teknologi 3G. Dengan kecepatan seperti ini, suara,
transfer data, dan multimedia akan sampai kepada pengguna dimana dan kapan saja.
Teknologi yang dipakai dalam
4G adalah Session Initiation
Protocol (SIP) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force ( IETF ),
dimana identitas pengguna tidak lagi menggunakan nomor +628** tetapi
menggunakan alamat URL seperti sip:queen@xl.co.id.
Institusi yang mengembangkan 4G sendiri adalah Institute of Electrical and Electronics Engineers
(IEEE),
nama resmi dari 4G adalah 3G
and beyond. Teknologi pengembangan jaringan 3G ini diharapkan
mampu mengatasi segala permasalahan manusia dibidang komunikasi. Paket
telekomunikasi murah dengan koneksi cepat tentu menjadi idaman siapapun. Segala-galanya
dimasa depan, semua akses untuk berkomunikasi akan langsung terhubung ke
internet, tentunya dengan biaya koneksi yang murah. Hal ini akan menjadi berita
baik bagi masyarakat. Teknologi 4G juga bisa digunakan dalam menonton TV
streaming tanpa putus, transfer data dengan kapasitas besar juga akan lebih
cepat.
Kehadiran teknologi
4G di Indonesia tentu akan memberikan dampak positif terutama dalam bidang
pendidikan. Siswa dipelosok bisa juga menikmati materi pembelajaran dari pusat.
Semua universitas bisa belajar dan berdiskusi bersama-sama melalui Video
Conference. Namun ada satu kendala mengapa sulit mengimplementasikan teknologi
4G di Indonesia, Indonesia adalah negara kepulauan. Dalam hal operator
jaringan, saat ini XL dan LTE Long
Term Evolution (LTE) sudah bekerjasama agar secepatnya dapat
menerapkan teknologi 4G di Indonesia. Dibantu oelh pemerintah dengan menyiapkan
sarana infrastruktur yang mendukung, sekiranya teknologi ini dapat segera
berkembang di Indonesia. Indonesia menang sudah harus siap menyambut datangnya
Fourth Generation ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar